Music Player

Monday, April 10, 2017

Pengurusan KTP Ganda beda provinsi

Saya merasa perlu sekali menuangkan proses Pengurusan KTP Ganda, yang harus saya alami sebagai warga negara Indonesia yang taat dan bijak pada peraturan Negara. Tsaahhh :)

Awal mula ceritanya adalah begini...

Saya awalnya adalah Penduduk kota Surabaya, propinsi Jawa Timur sebelum menikah. Kemudian tahun 2008 pindah ke Jakarta untuk bekerja. KTP yang saya gunakan aktif untuk semua kegiatan adalah KTP Surabaya. Namun ternyata saat sensus penduduk, klo ga salah tahun 2010, saat itu saya masih tinggal di rumah Sodara. Pakde saya bilang bahwa harus memiliki KTP Jakarta dan dia bisa membantu, saat itu ga tahu bagaimana prosesnya, tiba-tiba saya disuruh foto KTP dan voila seminggu kemudian KTP saya jadi :)

Semua berjalan lancar tidak ada masalah, karena semua aktivitas menggunakan KTP Surabaya, KTP Jakarta saya tidak pernah diapa-apakan.

Tahun 2012, saya berencana menikah dan kebetulan saat itu Surabaya sedang proses E-KTP. Saya akhirnya membuat E-KTP dan mengurus surat nikah bersama suami di Surabaya.

Tahun 2013, E-KTP saya dengan domisili Surabaya tidak keluar karena ada permasalahan, jadi oleh kecamatan saya diminta mutasi saja ke Tangerang selatan mengikuti domisili suami saya. Dan juga membuat Kartu Keluarga (KK)  digabungkan dengan suami. Akhirnya saya cabut berkas ktp saya yang di surabaya kemudian mutasi ke tangsel, saya mendapat ktp sementara dari tangsel (dengan nomer induk Surabaya, karena data E-KTP seindonesia terintegrasi hanya ada 1 nomer induk), Saat itu saya belum bisa langsung urus E-KTP karena belum dapat giliran untuk foto E-KTP.

Tahun 2014,  Anak saya lahir, saya mengurus kembali KK untuk penambahan dan juga mengurus E-KTP saya untuk Tangsel. Akhir tahun, E-KTP suami saya yang diurus bersamaan dengan saya sudah jadi. Sedangkan data E-KTP saya hilang , jadi saya harus record ulang dan foto kembali di Kecamatan Pondok Aren, Tangsel.

Tahun 2015 
Sekitar bulan oktober, Saya konfirmasi ke Kecamatan Pondok Aren, Tangsel, eKTP suami saya sudah dicetak, namun  milik saya belum bisa karena  bermasalah  NIK Ganda, jadi tidak bisa dicetak E-KTP nya. Nomor yang aktif tercatat ada 2 NIK, yaitu nomor KTP Jakarta Selatan dan KTP Surabaya yang pindah ke Tangsel. Saran dari Petugas kecamatan, karena yang ingin digunakan adalah NIK tangsel maka harus cabut berkas untuk pengahupas NIK Jakarta di Dispendukcapil kemudian baru proses ulang di Tangsel. 

Tahun 2016
Sekitar Bulan Februari, saya mendatangi Dispendukcapil jakarta Selatan di daerah Radio Dalam. Setelah antri, saya akhirnya bisa menemui petugas pengurusan eKTP di loket dan mejelaskan permintaan saya penghapusan NIK Jaksel, kemudian diminta untuk ke lantai 2 menemui bagian administrasi untuk dibuatkan surat pengantar penghapusan NIK untuk dibawa ke bagian data Kemendagri di daerah Kalibata. Awalnya saya agak malas mengurus hal ini, tapi Saya tetap memproses semua sendiri, dengan keyakinan dan optimis bahwa birokrasi di Indonesia sudah mulai memperbaiki pelayanannya dan akan menjadi pembelajaran bagi saya.

Setelah di mendagri, saya ke bagian data dan menjelaskan permasalahannya, bahwa saya memiliki NIK Ganda, tetapi ingin menghapus NIK Jaksel dan mengaktifkan NIK Tangsel. Awalnya cukup sulit, karena NIK saya yang pertama tercatat adalah NIK Jakarta selatan, dan NIK Tangsel dianggap kesalahan. Solusi yang ditawarkan adalah saya diminta membawa surat pengantar dari Dispendukcapil Tangsel untuk mengaktifkan NIK Tangsel Mendengarkan hal tersebut, saya agak kecewa karena saya harus balik lagi ke Dispendukcapil Tangsel untuk mendapatkan surat pengantar  dan mengantarkan kembali ke bagian data Mendagri. Dikarenakan saya tidak bisa bolak balik lagi ke Mendagri, saya memohon supaya surat pengantar dikirim melalui pos dan email saja. Petugas bagian data Kemendagri cukup baik bisa memahami kondisi saya, akhirnya menyetujui usulan saya.

Saya akhirnya ke Dispendukcapil Tangsel, untuk meminta surat pengantar dan juga melakukan foto ulang e-KTP. Setelah mendapatkan surat pengantar dan mengirimkan ke bagian data Kemendagri, oleh Dispendukcapil Tangsel diminta kembali 3 hari kemudian untuk mengambil eKTP apabila proses penghapusan NIK Ganda tidak ada masalah.

Setelah 3 hari kemudian, saya datang lagi ke Dispendukcapil Tangsel, dan alhamdulillah eKTP saya sudah tercetak tanpa ada masalah..
Akhiiirnyaaaa yaaa... eKTP yang sudah diurus bolak balik ke beberapa lembaga ini jadi juga :) 

Ada beberapa catatan dari proses pengurusan KTP Ganda ini:
1. Tidak ada prosedur jelas mengenai pengurusan KTP Ganda seperti kasus saya, walaupun tidak ada prosedur namun petugas Dispendukcapil Jakarta Selatan, Dispendukcapil Tangerang Selatan maupun bagian data Kemendagri sangat membantu proses pengurusannya tanpa dikenakan biaya apapun. Salut pada pelayanan birokrasi tersebut (2 jempppooollll) 
2. Saya mengurus semua prosesnya tanpa Calo :) Pasti bisa, asal mau bertanya!
3. Luangkan waktu yang cukup, karena lokasi yang cukup berjauhan.


Semoga informasinya bermanfaat yaa :)




Wednesday, June 24, 2015

S1 ASI Ekslusif - Khadijah Hana Sabria Saragih (0- 6 Mo)


Sebagai Ibu Muda Kekinian ;) ASI Eksklusif adalah sesuatu yang harus dikejar dan diusahakan. (hahaha you wish :p)

Saat-saat awal, menyusui Hana adalah hal yang sangat melelahkan dan sulit, karena asi belum keluar banyak, hanya beberapa tetes. 
Saya melahirkan melalui proses SC (Cesar), setelah operasi 1 hari harus full bedrest. Untungnya hari pertama hana tidur satu kamar dengan saya, dan saya mulai belajar menyusui pada pagi hari. Siang hari, Hana diambil darah untuk dilakukan tes rutin pengecekan bilirubin dan paket darah lainnya. Ketika Malam hari sekitar Jam 8 Malam, hasil tes darah Hana keluar dan hasilnya kurang bagus. Bilirubin tinggi kemudian nilai CRP  tinggi, yaitu indikasi adanya infeksi di dalam tubuhnya. Maka Hana harus dirawat di ruang khusus bayi. Rasanya saya sedih dan kalut, karena saya harus dipisahkan dengan hana. 

Saya berkeinginan kuat untuk ASI Eksklusif, maka  harus bisa menyimpan ASI Perah (ASIP) untuk hana, karena saya tidak bisa dtg ke ruang bayi untuk menyisui langsung.
Pertama mencoba dengan perah tangan, hasilnya nihil.. emm ada sih tapi dikit banget, cuma 5 ml dan kentel banget, karena memang colostrum, antibodi yang terbaik bagi bayi.
Sempet drama selama 2 hari, karena hampir tiap 2 jam ditelp suster, diminta setor asi, sedangkan asi yg keluar cuman 5 ml. Kadang-kadang ga bisa diperah, jadinya Bang AS berusaha datang ke ruang bayi dan menggendong hana, supaya ga nangis dan cari ASI Bunda (huhu.. I love you Ayah..)

Setelah boleh belajar jalan, dan ga perlu bedrest, hal pertama yang dilakukan adalah dateng ke ruang bayi untuk nyusuin hana, rasanya mengharukan setelah 2 hari ga ketemu hana.. 

Hana bobok sama ayah
Hana umur 4 hari

Tuesday, March 17, 2015

My 1st daughter birth story

Setelah off selama kurang lebih 10 bulan, akhirnya baru bisa update blog lagi. Ada beberapa hal penting yang aku pingin tulis di blog ini, terutama tentang anak pertamaku :D 
Welcome to this world our lovely daughter and here it goes the story..

Alhamdulillah, akhirnya yang ditunggu selama 39w5d lahir juga.
Proses kelahirannya cukup menegangkan, secara anak pertama tanpa didampingi orang tua ataupun mertua.  


17 Juli 2014 (39w3d) 
Kontrol terakhir menunjukkan posisi kepala sudah dibawah dan masuk jalan lahir, diberikan induksi oles supaya mules kontraksi, dan dilihat sudah mulai ada pembukaan. Saat USG prediksi berat bayi adalah sekitar 3.7kg.  Setelah pulang kerumah, istirahat dan  ga ada rasa mules sama sekali.

18 Juli 2014 (39w4d)
Ketika bangun pagi untuk sholat subuh, perut rasanya kram. Pas cek dikamar mandi, rok dan celana sudah penuh dengan darah. Bingung uda waktunya lahir belum, tapi belum terasa sakit kontraksi. Akhirnya Bang AS memaksa ke RS Premier Bintaro untuk kontrol ke Bidan, apakah sudah waktunya lahir belum. Sekitar jam 10 pagi, dicek oleh Bidan ternyata masih pembukaan 1 dan akan diberikan salep induksi lagi dengan konsultasi dokter Obgyn (dr. Rudiyanti). Setelah konsultasi dengan dr. rudiyanti, saya diminta masuk ke rumah sakit karena diperkirakan akan melahirkan dalam waktu dekat. Saat itu juga saya masuk kamar rumah sakit, untuk persiapan kelahiran, Sekitar Jam 4 sore dipasang balon induksi kateter, diharapkan esok hari sudah bisa pembukaan sempurna hingga pembukaan 10.

Wednesday, May 21, 2014

7 wonderful months and still going through :D

Happy Preggie mommy excited to share a grateful story :D

22 Nov 2013 - 1st Month, My Baby is a gestational sac.
Kehamilan berumur 5 minggu, berupa kantong kehamilan. Jadi janin belum tampak melalui usg.






12 Dec 2013 - 2nd Month, My baby is about 2cm
Kehamilan memasuki 9 minggu, kantong kehamilan didalamnya ada titik kecil sebesar 4 mm. 

 

Sunday, February 23, 2014

Journey to Pregnancy : PCOS dan kehamilan normal

Saya ingin berbagi cerita pengalaman ini, semoga cerita ini bemanfaat bagi orang yang membutuhkan dan tetap semangat dalam berikhtiar!


April 29th,  2012
Happy Wedding :D

October 2nd, 2012
Setelah 6  bulan menikah, Mama menyarankan supaya periksa ke dokter kandungan. Untuk Cek rutin kandungan dan juga terkait siklus saya yang tidak normal sekitar 40-50 hari. Pada saat pemilihan dokter diutamakn dokter SPOG perempuan, sesuai restu Bang AS juga lokasi yang dekat dengan domisili dan kantor (Saat itu masih tinggal di apartemen rasuna). Akhirnya pilihan jatuh di RS Medistra dengan dr Sadina. Orangnya ramah dan sangat komunikatif, pada saat saya cerita semua permasalahan siklus sejak saya remaja hingga menikah dan beberapa kali periksa dengan beliau, saya divonis suspect PCOS..

Wednesday, November 6, 2013

Husband Birthday

Happy Birthday My Man :)

I wish you happy birthday with lots of cheer,
It should be your happiest year,
I am lucky to get you always near,
Close to you I feel no fear,
I am telling you loud and clear,
That I love you so much dear!



Friday, September 20, 2013

BFF Trip (bestfriend Forever!!) Part 1

Setelah beberapa kali bongkar foto-foto lama. Aku pingin share beberapa liburan bersama sahabat-sahabatku yang paling seru sedunia. Sampai saat ini, kami masih sering hunting tiket murah bareng. Walaupun akhir-akhir ini aku dan bang AS yang sibuk terus ga bisa join travelling mereka.

Dan Perjalanan bersama kami dimulai dari sini :D

Singapore + KL (Nov 2009)
Pertama kalinya aku pergi ke luar negeri bareng temen-temen kantor (yang akhirnya jadi sahabat seru-ku), gara-gara liat sale A*r *sia 0 rupiah ke seluruh destinasi. Pada saat itu, kita nekat beli tiket untuk berangkat 6 bulan kemudian, walaupun beberapa dari kami belum punya paspor. Hahaha Bonek banget!
Dan Cita-cita kami cuma satu, foto didepan Merlion yang tersohor! hihihi