Music Player

Tuesday, March 17, 2015

My 1st daughter birth story

Setelah off selama kurang lebih 10 bulan, akhirnya baru bisa update blog lagi. Ada beberapa hal penting yang aku pingin tulis di blog ini, terutama tentang anak pertamaku :D 
Welcome to this world our lovely daughter and here it goes the story..

Alhamdulillah, akhirnya yang ditunggu selama 39w5d lahir juga.
Proses kelahirannya cukup menegangkan, secara anak pertama tanpa didampingi orang tua ataupun mertua.  


17 Juli 2014 (39w3d) 
Kontrol terakhir menunjukkan posisi kepala sudah dibawah dan masuk jalan lahir, diberikan induksi oles supaya mules kontraksi, dan dilihat sudah mulai ada pembukaan. Saat USG prediksi berat bayi adalah sekitar 3.7kg.  Setelah pulang kerumah, istirahat dan  ga ada rasa mules sama sekali.

18 Juli 2014 (39w4d)
Ketika bangun pagi untuk sholat subuh, perut rasanya kram. Pas cek dikamar mandi, rok dan celana sudah penuh dengan darah. Bingung uda waktunya lahir belum, tapi belum terasa sakit kontraksi. Akhirnya Bang AS memaksa ke RS Premier Bintaro untuk kontrol ke Bidan, apakah sudah waktunya lahir belum. Sekitar jam 10 pagi, dicek oleh Bidan ternyata masih pembukaan 1 dan akan diberikan salep induksi lagi dengan konsultasi dokter Obgyn (dr. Rudiyanti). Setelah konsultasi dengan dr. rudiyanti, saya diminta masuk ke rumah sakit karena diperkirakan akan melahirkan dalam waktu dekat. Saat itu juga saya masuk kamar rumah sakit, untuk persiapan kelahiran, Sekitar Jam 4 sore dipasang balon induksi kateter, diharapkan esok hari sudah bisa pembukaan sempurna hingga pembukaan 10.


19 Juli 2014 (39w5d)
07.00
Bidan melakukan pengecekan ternyata sudah pembukaan 4, dan air ketuban mulai rembes, setelah makan pagi dijadwalkan pindah keruang kelahiran dan diinduksi infus untuk mempercepat kontraksi. Bang AS, sebagai ayah siaga ikut menemani di ruang kelahiran.
10.00
Mulai dipasang induksi infus. Kontraksi sudah mulai terasa hingga jam 2 siang sakitnya luar biasa.  Sekitar jam 4 sore, infus induksi sudah habis 1 botol. Dokter memeriksa dengan kondisi sakit perut, mules, pingin buang air (campur-campur) rasanya, dan ternyata masih di pembukaan 4. Dokter menyarankan untuk dilanjutkan induksi infus lagi botol kedua, dan dilihat hingga jam 6 malam. Saat itu Mama dan Bapak dari Surabaya yang baru datang langsung menemani menggantikan Bang AS yang harus sholat dan beristirahat sebentar. Ketika ditemani Mama, aku terasa lebih tenang walaupun sakitnya kontraksi itu melebihi sakitnya haid berjuta-juta kali.
18.00
Dicek kembali oleh bidan ternyata hanya pembukaan 5, dan dokter mulai memberikan opsi untuk sectio caesarea (CS) karena pembukaan sangat lambat, dan ketuban sudah pecah hampir 12 jam. Aku memutuskan induksi dilepas dan akan menunggu hingga jam 7 malam, bila belum pembukaan sempurna, maka bisa proses Sectio. Saat menunggu hingga jam 7, perut terasa lebih dahsyat sakitnya, seperti mau pingsan tapi tidak bisa, Sakit muncul hilang setiap 2 menit (Saat menulis ini, masi terasa ngilu sakitnya hehe)
19.15
Saat dicek oleh dokter hanya sampai pembukaan 7. Bang AS dan aku memutuskan dilakukan sectio demi kesehatan anak kami. setelah mengisi form dan tandatangan semua. Dijadwalkan dioperasi pada jam 9 malam.
21.00
Memasuki ruang operasi, aku sedikit takut karena disinilah nyawa dipertaruhkan, tapi aku pasrah bahwa Allah Maha Pengasih lagi Penyayang, selalu menolong hambanya di saat terberat dalam hidupnya. Bapak Mama, adik adik dan bang AS ikut menemani sampai didepan pintu ruang operasi.
21.30
Suasana ruang operasi sangat dingin, musik keras dimainkan. Waktu itu lagu yang jadi backsound operasi adalah "It's a beautiful day"  - Michael Buble , lumayan bikin aku relax menghadapi operasi. Ketika prosedur operasi dilakukan, pertama kali disuntik anastesi seketika dari perut kebawah mati rasa/ baal ga terasa sama sekali, sakit kontraksi pun hilang. Kemudian aku diangkat dipindahkan ke meja operasi dan ditutup kain. Saat dokter Rudiyanti melakukan operasi sekitar 5 menit, dia berkata " haduh ini bayinya besar banget sofi, tadi maksa normal kan". Saat itu saya nyengir setengah sadar, ternyata Bang AS ikut masuk ke ruang operasi sejak awal proses. Dan saat anak saya didorong dari perut, karena besar butuh bantuan dorong 3 dokter, bang AS ikut membantu mendorong bayi. Saat Anakku sudah keluar dari perut, terdengar tangisan kerasnya. Aku menangis terharu, alhamdulillah akhirnya anakku lahir juga dengan sehat sempurna dan ternyata memang besar sekali. Setelah selesai operasi saya tertidur dan tidak tahu lagi prosenya apa.
23.00
Saya sudah di kamar, Rasanya masih tidak percaya, ada bayi kecil imut yang tidur disebelah saya, yang sudah saya nantikan 1.5 tahun, dan ada di perut saya hampir 9 bulan. Saat itulah pertama kali moms daughter bonding- breastfeeding terjadi. Mulutnya yang kecil, mencari-cari susu ibunya. Proses itu terasa menkjubkan sekali buat aku, ko bisa ada bayi sekecil ini yang ditipkan Allah kepada aku (Nulis sambil nangis ini). Semuanya terasa sempurna pada hari itu. Alhamdulillah.

Anak pertama kami diberi nama "Khadijah Hana Sabria Saragih" yang berarti wanita mulia bunga kesabaran. 
Bunga kesabaran kami yang sudah menunggu keturunan selama 1.5 tahun, dengan ikhitiar dan doa terbaik kami.
Semoga dia selalu membuat kami bersyukur dan bersabar akan hidup ini. Amiiin...



Umur 1 hari
Umur 3 hari

Umur 1 hari

Umur 1 hari


Umur 2 minggu
Umur 2 minggu



We are a new happy family

No comments:

Post a Comment