Music Player

Wednesday, June 24, 2015

S1 ASI Ekslusif - Khadijah Hana Sabria Saragih (0- 6 Mo)


Sebagai Ibu Muda Kekinian ;) ASI Eksklusif adalah sesuatu yang harus dikejar dan diusahakan. (hahaha you wish :p)

Saat-saat awal, menyusui Hana adalah hal yang sangat melelahkan dan sulit, karena asi belum keluar banyak, hanya beberapa tetes. 
Saya melahirkan melalui proses SC (Cesar), setelah operasi 1 hari harus full bedrest. Untungnya hari pertama hana tidur satu kamar dengan saya, dan saya mulai belajar menyusui pada pagi hari. Siang hari, Hana diambil darah untuk dilakukan tes rutin pengecekan bilirubin dan paket darah lainnya. Ketika Malam hari sekitar Jam 8 Malam, hasil tes darah Hana keluar dan hasilnya kurang bagus. Bilirubin tinggi kemudian nilai CRP  tinggi, yaitu indikasi adanya infeksi di dalam tubuhnya. Maka Hana harus dirawat di ruang khusus bayi. Rasanya saya sedih dan kalut, karena saya harus dipisahkan dengan hana. 

Saya berkeinginan kuat untuk ASI Eksklusif, maka  harus bisa menyimpan ASI Perah (ASIP) untuk hana, karena saya tidak bisa dtg ke ruang bayi untuk menyisui langsung.
Pertama mencoba dengan perah tangan, hasilnya nihil.. emm ada sih tapi dikit banget, cuma 5 ml dan kentel banget, karena memang colostrum, antibodi yang terbaik bagi bayi.
Sempet drama selama 2 hari, karena hampir tiap 2 jam ditelp suster, diminta setor asi, sedangkan asi yg keluar cuman 5 ml. Kadang-kadang ga bisa diperah, jadinya Bang AS berusaha datang ke ruang bayi dan menggendong hana, supaya ga nangis dan cari ASI Bunda (huhu.. I love you Ayah..)

Setelah boleh belajar jalan, dan ga perlu bedrest, hal pertama yang dilakukan adalah dateng ke ruang bayi untuk nyusuin hana, rasanya mengharukan setelah 2 hari ga ketemu hana.. 

Hana bobok sama ayah
Hana umur 4 hari

Tuesday, March 17, 2015

My 1st daughter birth story

Setelah off selama kurang lebih 10 bulan, akhirnya baru bisa update blog lagi. Ada beberapa hal penting yang aku pingin tulis di blog ini, terutama tentang anak pertamaku :D 
Welcome to this world our lovely daughter and here it goes the story..

Alhamdulillah, akhirnya yang ditunggu selama 39w5d lahir juga.
Proses kelahirannya cukup menegangkan, secara anak pertama tanpa didampingi orang tua ataupun mertua.  


17 Juli 2014 (39w3d) 
Kontrol terakhir menunjukkan posisi kepala sudah dibawah dan masuk jalan lahir, diberikan induksi oles supaya mules kontraksi, dan dilihat sudah mulai ada pembukaan. Saat USG prediksi berat bayi adalah sekitar 3.7kg.  Setelah pulang kerumah, istirahat dan  ga ada rasa mules sama sekali.

18 Juli 2014 (39w4d)
Ketika bangun pagi untuk sholat subuh, perut rasanya kram. Pas cek dikamar mandi, rok dan celana sudah penuh dengan darah. Bingung uda waktunya lahir belum, tapi belum terasa sakit kontraksi. Akhirnya Bang AS memaksa ke RS Premier Bintaro untuk kontrol ke Bidan, apakah sudah waktunya lahir belum. Sekitar jam 10 pagi, dicek oleh Bidan ternyata masih pembukaan 1 dan akan diberikan salep induksi lagi dengan konsultasi dokter Obgyn (dr. Rudiyanti). Setelah konsultasi dengan dr. rudiyanti, saya diminta masuk ke rumah sakit karena diperkirakan akan melahirkan dalam waktu dekat. Saat itu juga saya masuk kamar rumah sakit, untuk persiapan kelahiran, Sekitar Jam 4 sore dipasang balon induksi kateter, diharapkan esok hari sudah bisa pembukaan sempurna hingga pembukaan 10.